Halaman

Sabtu, 08 Februari 2014

Tentang Kemarin #6


Malam itu kami pergi ke taman kota saat itu hanya aku saja yang makan. Karena ia memaksaku untuk makan. Dia hanya memesan jeruk hangat. Aku memesan nasi goreng. Sesekali aku menyuapiya beberapa sendok. Aku senang. Dan aku sangat menyayanginya. Aku mampu merasakan hangatnya kasih sayang saat itu.


Kami bercanda dan tertawa. Terkadang aku juga memperlihatkan raut wajahku yang kesal dengannya. Tapi tak lama, karena aku benar – benar percaya padanya. Aku mempercayainya dengan semua yang telah berjalan. Tak mudah mendapatkan kepercayaan dariku mengingat banyak orang yang telah mempermainkan arti dari sebuah kepercayaan. Namun dengan mudahnya ia berhasil mendapatkannya. Entah karena ia hebat atau aku menaruh harapan terakhirku sepenuhnya kepadanya.
Dia mengajak ku berkeliling sesudah makan. Kami mengitari taman kota Singaraja di malam hari. Malam itu memang biasa saja. Tak ada yang menarik. Semua itu terlihat menyenangkan ketika aku berjalan bersamanya waktu itu. Aku merasakan suasana yang berbeda. Dia mampu membuat suasana dan udara yang aku hirup menjadi segar.

Kami duduk bercerita dan bercanda kembali sebelum kembali kerumah. Ditempat itu ia mencium kedua pipiku, ia mencium kening dan mengecup bibirku. Aku ersenyum padanya dan aku membalasnya dengan hal yang sama. Aku merasakan kasih yang belum pernah aku rasakan. Aku rasa ini adalah hal terindah untuk selamanya aku jalankan bersamanya. Aku akan membuat yang lebih indah lagi. Aku tak ingin membuatnya menangis untuk kesekian ketiga kalinya. Aku juga tak dapat mengingkari janji ku kepadanya. Karena semua hal itu pasti, dan aku akan menjalankan hidupku dengannya. Dia, adalah sosok yang selalu aku jaga hingga aku tak ada di dunia ini. Aku sangat mencintaimu Intan Permata. Kau adalah peri kecil terakhir untuk ku mengahbiskan waktu bersamamu.

Tidak ada komentar: