Malam itu kami pergi ke
taman kota saat itu hanya aku saja yang makan. Karena ia memaksaku untuk makan.
Dia hanya memesan jeruk hangat. Aku memesan nasi goreng. Sesekali aku
menyuapiya beberapa sendok. Aku senang. Dan aku sangat menyayanginya. Aku mampu
merasakan hangatnya kasih sayang saat itu.
Kami bercanda dan
tertawa. Terkadang aku juga memperlihatkan raut wajahku yang kesal dengannya.
Tapi tak lama, karena aku benar – benar percaya padanya. Aku mempercayainya
dengan semua yang telah berjalan. Tak mudah mendapatkan kepercayaan dariku
mengingat banyak orang yang telah mempermainkan arti dari sebuah kepercayaan.
Namun dengan mudahnya ia berhasil mendapatkannya. Entah karena ia hebat atau
aku menaruh harapan terakhirku sepenuhnya kepadanya.
Dia mengajak ku
berkeliling sesudah makan. Kami mengitari taman kota Singaraja di malam hari.
Malam itu memang biasa saja. Tak ada yang menarik. Semua itu terlihat
menyenangkan ketika aku berjalan bersamanya waktu itu. Aku merasakan suasana
yang berbeda. Dia mampu membuat suasana dan udara yang aku hirup menjadi segar.
Kami duduk bercerita
dan bercanda kembali sebelum kembali kerumah. Ditempat itu ia mencium kedua
pipiku, ia mencium kening dan mengecup bibirku. Aku ersenyum padanya dan aku
membalasnya dengan hal yang sama. Aku merasakan kasih yang belum pernah aku
rasakan. Aku rasa ini adalah hal terindah untuk selamanya aku jalankan
bersamanya. Aku akan membuat yang lebih indah lagi. Aku tak ingin membuatnya
menangis untuk kesekian ketiga kalinya. Aku juga tak dapat mengingkari janji ku
kepadanya. Karena semua hal itu pasti, dan aku akan menjalankan hidupku
dengannya. Dia, adalah sosok yang selalu aku jaga hingga aku tak ada di dunia
ini. Aku sangat mencintaimu Intan Permata. Kau adalah peri kecil terakhir untuk
ku mengahbiskan waktu bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar