Halaman

Sabtu, 08 Februari 2014

Cinta Yang Bersemi #5

Sudah terasa seperti menjalin hubungan spesial dengannya. Walaupun secara resmi aku tetap belum berani untuk mengungkapkan padanya.



Aku ingat siang itu saat aku hendak pergi pulang kampung ke Denpasar, aku ada janji dengannya bahwa aku ingin menunjukan permainan sulapku yang bisa dibilang cukup romantis. Kami bertemu di taman kota Singaraja. Aku menunjukkannya, permainan yang aku buat ini ku namakan "I will be there for you" . Seketika iya takjub. Permainan itu memang cukup romantis. Permainan yang bergenre kartu ini sangat sederhana namun menguras banyak pikiran. Dan aku senang, tampaknya dia mulai menerima hal itu. Aku mengatakan padanya bahwa aku berikan kartu ini padanya. "Aku selalu ada untukmu dimanapun dan kapanpun. Kamu simpan kartu ini, tapi kembalikan apabila kamu menemukan orang lain" ucap ku. Dia menyimpan kartu tersebut. Aku memang sengaja mengatakan hal itu. Tujuan ku hanya ingin agar sedikit ada ikatan secara tidak langsung pada aku dan dia. Juga agar aku mengetahui sejauh mana dia bisa mempertahankan kartu itu. Iya, dia menerima kartu itu dan menyimpannya. Aku mengambil sedikit kesimpulan. Bahwa aku rasa rasa suka itu ada pada dirinya.

Aku pulang ke Denpasar. Dan perasaanku sungguh senang. Tak akan ada yang mampu menggantikan semua momen ini. Aku sungguh menyukainya waktu itu.

Tak semua berjalan lancar. Walaupun semuanya bisa dibilang mulus dan lancar namun ada saja beberapa masalah kecil yang terjadi. Aku terkadang merasa cemburu, itu wajar saja. Namun disini ada beberapa kekecewaan yang aku tahan dalam hatiku ketika melihat tingkahnya yang membuat diriku tidak ingin mengetahui hal itu.

Beberapa permasalahan kecil telah berlalu. Aku percepat saja. Aku mencari bunga mawar untuknya. Aku tidak mempunyai cukup uang untuk membelinya. Karena saat itu memang sedang banyak pengeluaran terutama untuk makan. Aku rasa aku hanya makan seadanya saja karena aku tetap ingin membeli bunga untuk meresmikan hubungan kami. Akhirnya aku beli dan semua aku persiapkan. Aku menyatakan cinta ku saat rapat soc - eve telah usai. Diaterlihat gugup dan ini pertama kalinya aku melakukannya dengan tulus kepada wanita dengan memberi bunga secara langsung. Dia menerima ku dengan mengatakan "aku mau mendampingi kamu selamanya" . Itu membuatku cukupkaget karena ini pertama kalinya untukku dalam hal itu. Dan itu jawaban yang pertama kali ku dengar dan aku yakin. Aku yakin dengan ucapan dan semua yang pernah terlontarkan. Aku tau dia adalah wanita yang tepat. Aku berjanji pada diri dan hidupku untuk menjaganya selalu disisi ku hingga akhir waktuku, aku berjanji padamu Intan Permata. 07 Januari 2014 adalah tanggal saat aku berjanji untuk menghabiskan waktuku dengan dia.

Terima kasih Tuhan, engkau benar - benar memberiku seseorang yang harus dan pasti aku jaga dengan penuh tanggung jawab dengan baik. Aku mencintainya dan tak seorang pun yang mampu mengukur kata cinta yang terlontar dari hatiku untuknya.

Tidak ada komentar: