Halaman

Minggu, 09 Februari 2014

Tentang Hari #7

Memang hari - hari yang aku jalani kini lebih semangat dari biasanya. Tentu hal itu wajar terjadi ketika akan bertemu dengan orang yang kita sayangi. Setiap waktu tidak pernah tidak memikirkan raut wajahnya yang lucu. Terkadang dia manja. Hal itu membuatku merasakan senang dan greget terhadapnya. Dia wanita hebat yang pernah aku temui selain ibuku.



Aku suka dengan perhatiannya yang begitu memperhatikanku. Aku mencintainya beserta masalah dan kekurangannya. Bagiku hal itu bukanlah masalah melainkan anugerah. Karena Tuhan memberinya kekurangan dan aku hadir untuk melengkapi dengan kelebihan yang aku miliki. Ibarat sebuah puzzle. Seperti itulah kira - kira.

Terkadang kami mempermasalahkan sesuatu yang kecil. Namun tidak berlangsung lama karena hal seperti itu hanya masalah yang mengganggu dan dapat diselesaikan dengan sederhana. Tapi sejujurnya aku tidak suka bila dia dekat dengan pria lain. Aku sedikit cemburuan. Namun semua ada sebabnya. Iya, karena aku saat berada jauh darinya aku tak sedikit pun menodai apa yang aku ucap. Sekalipun hal yang sebenarnya wajar dilakukan dengan lawan jenis seperti mengobrol. Tapi aku tidak melakukan hal itu pada lawan jenis. Padahal itu wajar. Aku terlalu menjaganya. Hingga aku cuek dengan teman - teman lawan jenisku.

Itulah yang membuatku kesal. Banyak hal telah aku jaga darinya. Mulai dari hal sekecil apapun kan selalu ku jaga. Namun, terkadang aku membaca sms atau bbm di handphonenya. Walau aku tau memang hal yang dibicarakan itu wajar, aku tetap tidak suka melihat gaya bercanda nya. Seakan - akan memberi kesempatan pada pria lain untuk kenal dekat dengannya. Sangat disayangkan dia seperti itu. Tapi aku tau tak mau melakukannya. Karena aku tau perasaannya bila aku asik bercanda dengan perempuan lain. Yah, mau bagaimana lagi. Dia yang kudapatkan dan dia yang ku terima. Dia seakan - akan mudah didapatkan oleh pria lain bila dia seperti itu terus. Walau aku tau dia mampu menjaga kepercayaan dengan janji dan sumpah yang di ucapkannya. Tapi aku yang melihat itu tentu menjadi sebuah masalah dalam perasaan ini. Dan juga masalah bahwa selama ini aku tidak pernah menggubris atau pun melayani hal yang berbau perempuan lain, sedikit pun tidak dan aku tetap menjaga. Tapi berbeda dengan dia. Aku harap dia sadar untuk tidak melakukan hal yang memang tidak diperlukan. Yang dapat memicu seakan dia memberi harapan pada pria lain.

Dimana - mana perempuan yang terlihat sempurna memang begitu. Tapi aku berharap dia mampu menjaga hatiku ini. Menjaga semua torehan dalam hidupku dengan dia. Mampu menjaga hati ini. Aku punya satu hati yang tak mudah ku berikan kepada sembarang orang. Hanya kamu yang mampu dengan mudahnya mencuri itu. Satu hatiku kuberi untukmu. Kumohon jaga baik - baik yah.

Tidak ada komentar: