Tidak langsung pulang. Tapi aku justru pergi ke rumah kost temanku dan menginap di sana. Begitu sampai di depan pintu, aku berniat mengirimi Intan pesan singkat. "Rama" , begitu ku tulis. Tak lama ia membalas pesanku "Sinta" . Ternyata dia memang suka bercanda. Aku sangat senang waktu itu. Seperti berada di dalam mimpi.
Semenjak itulah setiap pagi tak pernah aku absen mengirimnya pesan singkat. Dari pesan di pagi hari itulah selalu berlanjut hingga malam dan tidur. Setiap hari itu yang ku lakukan untuk tetap dapat berkomunikasi dengannya.
Satu pesan singkat yang aku kirim terkadang panjang dan ia pun melakukan hal yang sama. Kami bercanda melalui alat komunikasi tersebut. Sangat menikmati sekali. Aku pun tak pernah menyangka bahwa dia yang benar - benar aku inginkan semenjak OKK di bulan Agustus 2013 kini aku bisa cukup dekat dengannya bermula di awal Oktober 2013. Kami semakin dekat, secara tidak langsung pernah ada sedikit kata - kata atau sikap yang tidak disengaja keluar ketika cemburu atau pun merasa suka. Aku yakin rasa itu ada tapi mungkin belum seperti sekarang ini. Tidak mudah memang jika membicarakan soal perasaan.
Dimulai dari bulan Oktober perkenalan dan kedekatan ku dengannya. Aku berfikir waktu itu, mengapa selalu aku memulai komunikasi dengannya tiap bangun pagi ? Suatu hari kucoba untuk tidak mengirimnya pesan dsingkat di pagi hari. Benar saja ia seakan tak mengharapkan pesan singkat dari ku. Jika memang dia suka dan nyaman padaku paling tidak dia yang harusnya mencoba untuk memulai komunikasi. Aku bosan karena aku saja yang terus memulai. Hingga sore hari aku tak mengirimnya pesan juga. Aku lihat ponsel ku ternyata tidak ada pesan yang masuk. Aku mengambil kesimpulan bahwa mungkin dia memang hanya menyukai ku sebagai teman. Dia tidak mau tahu tentang bagaimana aku disini. Tapi bagaimana dengan perasaanku ini ?
Aku mendapat kesimpulan dari semua itu. Aku harus berhenti dan meninggalkannya. Iya, aku akan mencoba untuk biasa saja. Dia tak mengharapkan. Lalu aku tenang dan menjalani aktivitas tanpa canda ku dengannya lagi. Menjelang malam, dengan bodohnya aku malah mengirimnya pesan. Astaga, entah mengapa aku tak bisa membohongi ini semua. Akhirnya kami berkomunikasi lagi dari malam itu.
November, sudah sedikit ada keterbukaan tentang rasa. Aku merasa yakin bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Hingga bulan Desember datang. Sebelum aku menyatakan cintaku di depannya pada tanggal 07 Januari 2014. Teman - temanku mengatakan bahwa aku terlalu lama dengan hubungan yang tak jelas dengannya. Sudah 3 bulan lebih kedekatan ku dengannya. Aku tak pernah dengar dan peduli kata orang. Yang penting aku bahagia dengan pilihan dan perjalananku ini. Semua orang sudah tahu kedekatan hubungan ku dengannya. Kami memang sudah dekat. Aku tak menyangka dialah orang yang aku idamkan sejak awal. Dan kini dia telah hadir dihadapanku. Walaupun belum resmi menjadi pasangan ku. Dia masih temanku namun sangat dekat. Dia teman hatiku satu - satunya.
Semenjak itulah setiap pagi tak pernah aku absen mengirimnya pesan singkat. Dari pesan di pagi hari itulah selalu berlanjut hingga malam dan tidur. Setiap hari itu yang ku lakukan untuk tetap dapat berkomunikasi dengannya.
Satu pesan singkat yang aku kirim terkadang panjang dan ia pun melakukan hal yang sama. Kami bercanda melalui alat komunikasi tersebut. Sangat menikmati sekali. Aku pun tak pernah menyangka bahwa dia yang benar - benar aku inginkan semenjak OKK di bulan Agustus 2013 kini aku bisa cukup dekat dengannya bermula di awal Oktober 2013. Kami semakin dekat, secara tidak langsung pernah ada sedikit kata - kata atau sikap yang tidak disengaja keluar ketika cemburu atau pun merasa suka. Aku yakin rasa itu ada tapi mungkin belum seperti sekarang ini. Tidak mudah memang jika membicarakan soal perasaan.
Dimulai dari bulan Oktober perkenalan dan kedekatan ku dengannya. Aku berfikir waktu itu, mengapa selalu aku memulai komunikasi dengannya tiap bangun pagi ? Suatu hari kucoba untuk tidak mengirimnya pesan dsingkat di pagi hari. Benar saja ia seakan tak mengharapkan pesan singkat dari ku. Jika memang dia suka dan nyaman padaku paling tidak dia yang harusnya mencoba untuk memulai komunikasi. Aku bosan karena aku saja yang terus memulai. Hingga sore hari aku tak mengirimnya pesan juga. Aku lihat ponsel ku ternyata tidak ada pesan yang masuk. Aku mengambil kesimpulan bahwa mungkin dia memang hanya menyukai ku sebagai teman. Dia tidak mau tahu tentang bagaimana aku disini. Tapi bagaimana dengan perasaanku ini ?
Aku mendapat kesimpulan dari semua itu. Aku harus berhenti dan meninggalkannya. Iya, aku akan mencoba untuk biasa saja. Dia tak mengharapkan. Lalu aku tenang dan menjalani aktivitas tanpa canda ku dengannya lagi. Menjelang malam, dengan bodohnya aku malah mengirimnya pesan. Astaga, entah mengapa aku tak bisa membohongi ini semua. Akhirnya kami berkomunikasi lagi dari malam itu.
November, sudah sedikit ada keterbukaan tentang rasa. Aku merasa yakin bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku. Hingga bulan Desember datang. Sebelum aku menyatakan cintaku di depannya pada tanggal 07 Januari 2014. Teman - temanku mengatakan bahwa aku terlalu lama dengan hubungan yang tak jelas dengannya. Sudah 3 bulan lebih kedekatan ku dengannya. Aku tak pernah dengar dan peduli kata orang. Yang penting aku bahagia dengan pilihan dan perjalananku ini. Semua orang sudah tahu kedekatan hubungan ku dengannya. Kami memang sudah dekat. Aku tak menyangka dialah orang yang aku idamkan sejak awal. Dan kini dia telah hadir dihadapanku. Walaupun belum resmi menjadi pasangan ku. Dia masih temanku namun sangat dekat. Dia teman hatiku satu - satunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar