Halaman

Kamis, 16 Januari 2014

Takdir Yang Mempertemukan

Setelah aku tamat dari Sekolah Menengah Pertama, aku merasakan kepedihan. Hal itu cukup dalam membekas. Karena aku pernah jatuh cinta pada seseorang dan aku selalu menjaganya. Namun sekarang aku bersyukur telah jauh dan terlepas darinya. Dari semua masa pahit yang tak pernah kuinginkan untuk kembali.



Aku rasa telah bosan hanya berdiam diri dikamar. Dirumah ibuku. Aku selalu kerjakan pekerjaan rumah. Aku tergolong rajin, mengingat aku pernah mengerjakan pekerjaan rumah seperti pembantu semasa aku SMA. Bahkan tak bisa pulang kampung karena harus bekerja bekerja dan bekerja. Tapi hal itu memberi dampak yang baik untukku. Kujadikan bekal apabila kelak aku menjadi seorang suami dan figur seorang ayah dari anak - anakku.

Sebulan lebih aku habiskan waktu dirumahku. Saatnya aku mendaftarkan diri ke perguruan tinggi yang aku inginkan. Universitas Gadjah Mada adalah perguruan tinggi yang aku inginkan. Meski berada diluar pulau Dewata Bali tapi aku rela berpisah dengan orang tuaku lagi untuk melanjutkan pendidikan. Entahlah, setelah pengumuman itu keluar. Aku tak punya harapan untuk melanjutkan di universitas idamanku. 

Dari 3 yang aku pilih, aku hanya lolos di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Aku kecewa. Sangat kecewa. Aku tidak pernah mau menjadi seorang guru, pikirku. Aku mencari perguruan lain yang ada di Denpasar agar tidak jauh dari orang tua. Karena aku telah beberapa kali merantau tanpa didampingi orang tua. Aku jarang merasakan kasih sayangnya. Aku mengikuti test di Politeknik Negeri Bali. Namun gagal. Semua perguruan tinggi yang aku inginkan dan yang aku harapkan tak pernah tercapai. Di semua perguruan tinggi itu aku memilih jurusan yang sama. Bahasa Inggris. 

Suatu saat aku terdiam dirumah seperti biasa tidak ada pekerjaan. Aku menerima panggilan telepon dari tanteku. Dia seorang dosen di Unversitas Udayana. Aku menginginkan itu. Entah apa yang ada dalam pikiranku justru aku tidak mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi Mandiri yang diadakan Unversitas Udayana. Aku ceroboh, aku kecewa dan menyesal. Mengapa aku justru membuang kesempatan. Padahal aku tak mau lagi melanjutkan diluar kota Denpasar. 

Mau tak mau, aku mengambil Universitas Pendidikan Ganesha. Aku datang disetiap jadwal yang telah direncakan. Bahkan aku tak tahu kota Singaraja. Aku diantar mama waktu itu. Aku mendapatkan beasiswa BidikMisi sehingga bebas iuran perkuliahan. Senang karena uang yang dikasi mama bisa dpakai untuk belanja. Aku rasa mamaku tak tahu kalau aku mendapatkan beasiswa. Karena dia kurang peduli mungkin. Setelah itu aku pulang kerumah, dan membuat semua tugas dan membuat persiapan untuk mengikuti OKK tanggal 15 Agustus 2013. Hanya menunggu waktu tiba untuk kepindahanku dari Denpasar ke Singaraja dan bersiap jauh dari orang tua juga teman - teman tercinta.

Tidak ada komentar: