Halaman

Rabu, 12 Februari 2014

This Valentine's Day #9

Saat ini aku tak tau harus melakukan apa. Aku hanyalah anak kost. Yang di dalam melakukan sesuatu harus mempertimbangkan. Harus disiplin dan berwawasan ke depan. Aku tidak punya uang banyak. Aku selalu menghamburkannya untuk kenikmatan  sesaat. Tidak begitu penting tapi ku lakukan.

Kini sudah menjelang tanggal 14 Februari 2014. Dimana orang - orang di seluruh dunia dengan waktu dan tempat berbeda merayakan hari kasih sayang. Adalah valentine's day hari dimana kita mengungkapkan perasaan sayang kepada orang tua, sahabat, dan juga pacar. Mereka sibuk mencari kado untuk mengungkapkan perasaan itu. Orang - orang datang berbondong - bondong mencari kado dan coklat.



Berbagai hadiah seperti boneka , kotak musik, coklat valentine dan semuanya selalu hadir menjelang hari tersebut.

Semakin menarik dan semakin mahal hadiahnya maka semakin besar dan tulus rasa sayang mereka kepada orang yang mereka berikan hadiah maupun kejutan. Tapi sebagian orang merasa hari itu adalah biasa saja. Mereka hanya memikirkan makna daripada materi.

Namun yang ada di benakku saat ini adalah kedua hal tersebut. Bagaimana aku mampu memberi hal yang spesial untuknya namun dapat memberikan arti yang begitu penuh dengan makna kasih sayang yang muncul tanpa kata "mengapa" ini. Aku sangat mencintai dan menyayanginya. Perasaan itu yang membuat aku tak mampu lagi merasakan dan melihat wanita yang lebih baik darinya. Namun perasaan itu juga membuatku tak ingin memberinya hal yang biasa. Namun apa daya. Aku rasa semua hanya angan belaka. Aku tak bisa seperti mereka yang berada di dalam mobil itu, aku tak bisa seperti mereka yang mengenakan pakaian mewah di restoran mahal itu, dan aku juga tak mampu memberinya berlian dengan berbagai kejutan yang menawan untuknya. Aku tidak memiliki apapun. Aku hanya mampu untuk menjaga semua omonganku untuk selalu membuat hari - harinya penuh dengan senyuman indah.

Semua hal telah aku lakukan untuk dapat memberinya hal yang indah semampu ku di hari yang penuh kasih sayang ini. Aku telah melamar sebuah pekerjaan. Cukup sulit. Tapi ini untuknya. Aku pergi ke daerah Banyuning. Namun setelah motivasi dan ambisiku yang besar untuk bisa memberinya sebuah kado pupus, aku tak tau lagi. Sampai disana aku sendiri harus mempertimbangkan menerima pekerjaan itu. Mereka hanya mengatakan beberapa rupiah saja. Namun kenyataannya ada hal yang harus di bayarkan terlebih dahulu untuk resmi mendapatkan kartu karyawan dari perusahaan. Aku pikir, bekerja sambil kuliah adalah ide bagus. Apalagi ini adalah pekerjaan yang bisa dikerjakan dirumah. Hanya untuk mendapatkan rupiah untuk memberinya kado yang aku harap dapat membuatnya senang dan tau akan besarnya perasaan ini untuk perempuan sepertinya.

Aku sangat sedih, meratapi hal ini. Sangat tersayat. Tidak ada pekerjaa yang tidak dicari dengan uang. Aku tak tau harus memberinya apa. Berbeda dengan teman - teman dan seorang mantannya. Terkadang aku termenung. Entahlah, apapun yang tidak aku miliki akan aku ari dengan keringatku sendiri. Itu harapanku saat ini. Apabila aku tak mampu memberinya sesuatu aku harap dia memahami dan menyadari akan hadirnya kasih sayang yang teramat ini.

Intan Permata, I am so sorry. I don't have anything for you. I only know the only thing that God has given to me to be my best valentine ever is 'you' :'

Tidak ada komentar: